Ini Dia Cara Membaca Grafik Trading Forex Terbaik

Siohang.netCara membaca grafik trading forex sebenarnya tidaklah susah. Hanya saja diperlukan ketelitian dan pengetahuan lebih mengenai trading forex itu sendiri. Ada perbedaan sangat mencolok antara grafik dengan indikator. Membaca  grafik untuk memprediksi tren selanjutnya lebih efektif daripada membaca indikator yang ada. Sebab, grafik lebih mengggambarkan pasar secara nyata, sedangkan indikator hanyalah kalkulasi nilai dari grafik yang sudah ditentukan dengan rumus tertentu. Jadi, meskipun indikator menunjukkan grafik akan bergerak ke arah tertentu, namun pola grafik sendiri tidak siap, jelas nilai indikator ini tidak ada artinya.

Cara Membaca Grafik Trading Forex

Normal tidaknya gerakan sebuah grafik sangat tergantung dari buyer dan seller. Saat buyer lebih banyak daripada seller, grafik akan menunjukkan tren naik (up trend). Sebaliknya, jika seller lebih besar daripada buyer, grafik yang tampil akan menunjukkan tren turun (down trend). Namun, jika terjadi tarik-menarik yang seimbang antara buyer dan seller, maka grafik akan menunjukkan garis mendatar. Ketiga jenis jenis tren yang ditunjukkan grafik tersebut akan bergerak secara bergantian secara terus-menerus. Oleh karena itu, jika Anda jeli, akan mudah membaca tren apa yang akan terjadi selanjutnya setelah beberapa kali melihat tren yang sudah terjadi.

Baca Juga : Transaksi Trading Yang Aman Dan Menguntungkan

Lalu, bagaimana cara membaca grafik sebuah trading forex? Berikut ini cara membacanya, baik grafik normal maupun tidak normal. Dalam kondisi normal, sebuah grafik akan menuju up trens atau down trend pasti melalui proses-proses seperti berikut ini.

Contoh Cara Membaca Grafik

Contoh Cara Membaca Grafik

1. Percobaan Balik Arah Naik
Saat pasar mengalami penurunan, bahkan hingga menyentuh daerah oversold, maka ada beberapa trader yang mencoba menggunakan strategi buy bottom agar tren balik arah menjadi naik. Apabila para trader tersebut mempunyai tenaga yang cukup kuat, maka tren benar-benar akan berbalik arah menjadi naik, bahkan hingga menembus garis trend. Sebaliknya, jika tenaga mereka tidak cukup untuk membalikkan arah grafik, sudah pasti tren akan kembali memasuki zona oversold. Pada umumnya, market mempunyai peluang besar untuk berhasil menembus trend saat dibalikarahkan jika didahului dengan candle yang membesar.

Baca Juga:
Cara Bermain Saham Online Untuk Pemula
Cara Cepat Belajar Forex Untuk Pemula

2. Penguatan Trend Naik
Saat grafik mampu menembus garis trend, maka akan banyak trader yang menganggap bahwa tren turun sudah berakhir dan ini saatnya untuk mengikuti tren naik. Oleh karena itu, mereka kemudian berbondong-bondong melakukan open buy. Tak heran jika market kemudian menjadi semakin kuat di trend naik. Namun begitu, pada saat normal, market tidak akan langsung mengikuti tren naik meskipun grafik sudah menembus trend line. Mereka akan melakukan koreksi terlebih dahulu sebelum memutuskan mengikuti trend naik.

3. Dominasi Naik Total
Setelah melalui koreksi dan tren benar-benar pada posisi naik, maka akan semakin cepat pergerakan penguatan tren. Hampir semua trader akan melalukan open buy dengan berbagai strategi, baik buy bottom, trend follower, maupun break out. Namun begitu, bagi sebagian trader, mereka akan tetap melakukan koreksi untuk mengantisipasi adanya balik arah lagi menjadi tren menurun.

4. Pelemahan Trend Naik
Setelah harga membumbung tinggi dan sudah banyak trader yang mengantongi keuntungan besar, beberapa dari mereka menutup open buy. Secara otomatis, tenaga market pun menjadi melemah. Dengan semakin melemahnya tenaga market, akan semakin banyak pula trader yang tidak berani membuka open buy kembali. Akibatnya, market seperti berhenti bergerak. Biasanya, pada grafik, kondisi ini akan ditandai candle yang mengecil dan ekor bagian atas yang memanjang.

5. Mendatar
Pada saat market seperti terhenti, maka akan terjadi kondisi overbought.  Para trader pun beralih pada strategi jangka pendek, sell top. Namun, di sisi lain, ada pula trader yang menggunakan strategi jangka panjang. Oleh karena itu, akan terjadi tarik-menarik market. Akibatnya, grafik pun akan menunjukkan posisi mendatar. Biasanya, dalam posisi ini, trader dengan strategi sell top lah yang akan menang dan tren akan terun menurun. Namun, ada juga kemungkinan tren kembali naik karena penurunan yang terjadi dianggap sebagai koreksi saja.

Baca Juga: Cara Trading Forex Agar Selalu Profit

6. Percobaan Balik Arah Turun
Grafik akan kembali seperti awal setelah berada di zona jenuh beli. Beberapa trader kembali akan melakukan percobaan balik arah. Begitu seterusnya hingga perputaran tren akan bisa ditebak dengan mudah.

Cukup mudah, bukan, cara membaca grafik trading forex?

0 komentar